Dan pilar kebaikan itu, salah satunya diatas do’a bersandar. Mengurai masalah-masalah yang besar. Dan masalah pun dengan solusi-solusi mengalir lancar.

Agak sulit awalnya dijangkau nalar. Bagaimana selamat dan sukses hanya dari do’a tanpa ikhtiyar?. Bahkan ikhtiyar sukses jauh dipercaya dibanding do’a dalam mengantar.

Lupa bahwa yang menyuruh berdo’a yang Maha Besar. Kita disuruh berdo’a yang benar. Dan berapa banyak ikhtiyar pun suguhan dari do’a yang melebar.

Jika yang kuasa mengatur dunia dan isinya ditangan Yang Maha Besar. Tak akan lagi sulit kita menalar. Semuanya lebih mungkin dan bisa ditakar.

Sebab yang Maha Besar, kuasa untuk mengatur apa saja sekalipun besar dan sukar. Yang sulit menjadi mudah sebab dekat kepada Yang Besar.

Adapun kita mengambil peran yang kecil karena sebenarnya memang lemah ibarat akar. Awalnya kecil sebatas biji dengan serabut putih yang mudah ambyar.

Seiring waktu, Allah dengan kuasa-Nya membuat tumbuh bercabang, beranting dan berbatang kekar. Memberi manfaat luas kepada sekitar. Dan akar pun besar atas segala ujian angin tegar.

Lihatlah Nabi Yunus ‘alaihissalam saat ditelan ikan yang sangat besar. Dan dengan do’anya dari problematikanya keluar.

Semoga semakin mengenal perintahNya, semakin mengenal kuasanya, dan atas besarnya tantangan amal sholih tak gentar.

Leave a Comment